Sabtu, 30 Maret 2013

Kesulitan Jalan Napas


Difficult Airway

DIFFICULT AIRWAY 
Difficult airway / Kesulitan Jalan Napas: Menurut The American Society of Anesthesiology adalah adanya faktor-faktor klinis yang menyulitkan baik ventilasi dengan masker atau intubasi dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dan terampil.

DIFFICULT VENTILATION 
Difficult Ventilation / Kesulitan Ventilasi: Menurut The American Society of Anesthesiology adalah ketidakmampuan dari ahli anestesi yang berpengalaman untuk menjaga SO2 > 90 % saat ventilasi dengan menggunakan masker wajah, dan O2 inspirasi 100%, dengan ketentuan bahwa tingkat saturasi oksigen ventilasi pra masih dalam batas normal.

Peniliaiaan Kesulitan VentilasiIngat : a snoring (OBESE) Santa 
  1. Over weight (body mass index > 26 kg/m2)
  2. Beard
  3. Elderly (> 55 tahun)
  4. Snoring
  5. Edentulous

Dua factors positif (+)  Kemungkinan tinggi difficult mask ventilation (DMV) (sensitivity, 0.72; specificity, 0.73)
Magboul Difficult Mask Ventilation (DMV) Prediction Score
Prediksi Score = Mendekati positf 5 (+5) maka kemungkinan  adanya Difficult Mask Ventilation (DMV)

DIFFICULT INTUBATION 
Difficult intubation / Kesulitan Intubasi: Menurut The American Society of Anesthesiology adalah dibutukkannya > 3 kali usaha intubasi atau usaha intubasi yang terakhir > 10 menit.

Penilaian Kesulitan Intubasi
Ingat: MAGBOUL 4 (M & Ms) score dengan tanda (STOP
  1. Mallampati
  2. Measurement 3-3-2-1 OR 1-2-3-3 Fingers
  3. Movement of the neck
  4. Malformation of the Skull (S), Teeth (T), Obstruction (O), Pathology (P)& STOP 
 
M = Mallampati 
• Class I = Visualisasi soft palate, fauces, uvula, pilar anterior dan posterior. 
• Class II = Visualisasi soft palate, fauces and uvula 
• Class III = Visualisasi soft palate dan base of the uvula
• Class IV = Semua soft palate tidak terlihat 

M = Measurements 3-3-2-1 or 1-2-3-3 Fingers 
• 3 - Fingers Mouth Opening 
• 3 - Fingers Hypomental Distance. 3 Fingers between the tip of the jaw and the beginning of the neck (under the chin) 
• 2 - Fingers between the thyroid notch and the floor of the mandible (top of the neck) 
• 1 - Finger Lower Jaw Anterior subluxation

M = Movement of the Neck
Sudut diatara tegak dan memanjang pada ektensi leher "normal" adalah 35 o (The atlanto-oksipital/ A-O joint). Keterbatasan ektensi sendi terdapat pada spondylosis, rheumatoid arthritis, halo-jaket fiksasi, pasien dengan gejala yang menunjukkan kompresi saraf dengan ekstensi servikal.

Ms =Malformation of the skull, teeth, obstruction, pathology (STOP)
S = Skull (Hydro and Mikrocephalus) 
T = Teeth (Buck, protruded, & gigi ompong, makro dan mikro mandibula) 
O = Obstruction (obesitas, leher pendek dan bengkak disekitar kepala and leher) 
P = Pathologi (kraniofacial abnormal & Syndromes: Treacher Collins, Goldenhar’s, Pierre Robin, Waardenburg syndromes) 

Jika skore pasien 8 atau lebih, maka kemungkinan ada kesulitan intubasi

Persiapkan pada kesulitan Manajemen Airway :
  1. Laryngoscope bilah kaku dengan beberapa alternatif desain dan ukuran dari yang biasa dipakai orang-orang secara rutin.
  2. Endotrakea tube berbagai macam ukuran.
  3. Pemandu endotrakeal tube. Contohnya stylets semirigid dengan atau tanpa lubang tengah untuk jet ventilasi, senter panjang, dan mangil tang dirancang khusus untuk dapat memanipulasi bagian distal endotrakeal tube.
  4. Peralatan Intubasi fiberoptik.
  5. Peralatan Intubasi retrograd.
  6. Perangkat ventilasi jalan nafas darurat nonsurgical. Contohnya sebuah jet transtracheal ventilator, sebuah jet ventilasi dengan stylet ventilasi, LMA, dan combitube.
  7. Peralatan yang sesuai untuk akses pembedahan napas darurat (misalnya, cricothyrotomy).
  8. Sebuah detektor CO2 nafas (kapnograf).
 

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar